Aparat Penyiksaan & Sakitnya Disiksa

Anak muda berumur 19 tahun itu sama sekali tidak menduga bahwa hari itu adalah hari terakhir hidupnya. Saat itu, ia menjadi saksi sebuah peristiwa kejahatan. Ia sebagai saksi yang harus dimintai keterangan, dan karenanya oleh peraturan hukum, ia wajib mem-berikan keterangan tersebut. Hal itu dijalaninya dengan sedikit rasa takut. Namun juga dengan setumpuk rasa bangga lantaran bisa membantu aparat keamanan untuk menguak tabir sebuah kejahatan. Namun, pasti tidak terduga olehnya, ia malah mengalami penyiksaan. Dalam proses pemberian keterangan tersebut, ia dipukuli, ditendang dan diperla-kukan secara tidak manusiawi. Anak muda itu pun meninggal. Hasil visum mengatakan bahwa kematiannya diakibatkan oleh hantaman benda tumpul yang merusak bagian dalam organ tubuhnya. Paru-paru anak muda itu robek! Dan, akhirnya, ia harus merelakan nyawanya demi sebuah acara pemberian keterangan.