Rebutan balung tanpo isi

Salam damai,
Tak terasa T-ras mi menjadi terbitan ke tujuh. Dengan demikian sudah satu tahun majalah mi hadir dan menyapa para pembaca. Satu tahun sebenarnya usia yang cukup lama untuk menata din. Untuk terbit lebih tepat waktu dengan isi yang lebih balk. Namun, sampal saat ni juga kami masih harus banyak berbenah untuk menjadi majalah yang mendidik sekaligus menyenangkan untuk dibaca. Kami justru sangat
mengharap adanya kritik dan tanggapan dan para pembaca.
Edisi kali ml kami memakai konflik sebagai menu utama. Ada beberapa tulisan mengenal konflik di tubuh COP Malioboro, konflik di jalur Gaza, hingga konflik dalam sebuah novel. Kami berharap tulisan-tulisan kali mi bisa mengajak pembaca merenung mengenai mengapa konflik itu harus ada jika kita bisa membuat perdamaian? Bukankah pilihan antara berdamai atau berkonflik ada di tangan kita.
Selain itu, edisi mi juga mengabarkan mengenai penandatanganan kesepakatan antar PUSHAM Ull dengan Akpol. Semoga dengan adanya kerjasama i, kedua belah pihak bisa saling menimba ilmu dan menerapkannya kepada masyarakat. Melalui edisi kali mi, kami ingmn mengajak pembaca untuk berfikir ulang mengenai gila belanja. Benarkah selama mi kita membeli sesuatu karena membutuhkannya? Tulisan ini muncul dalam opini mengenal valentine yang kini menjadi han gila belanja baru.
Salam dan semoga damal selalu menyentai kita.