Polisi Melembagakan Kekerasan

Salam Redaksi,
Teras edisi yang kesebelas ni ingin melihat peran dan kinerja kepolisian secara lebih mendalam. Tujuan besarnya ingin menakar kembali sejauhmana reformasi kepolisian berjalan.Apakah sudah berada pada track yang benaratau malah keluar jauh dan jalur yang sudah ditetapkan dalam amanat reformasi kepolisian. Tentu saja tuntutan reformasi tersebut ingin mengidealkan bagaimana peran polisi sebagai penegak hukum kian professional, namun tetap dalam koridor penghormatan terhadap HakAsasi Manusia (HAM).

Alasan lain redaksi memilih headline diatas karena menurut sebagian besar opini publik bahwa kinerja kepolisian belum memuaskan. Ketidakpuasan publik mi seharusnya menjadi catatan evaluasi penting bagi polisi agar bisa lebih kredibel lagi di mata publik. Belum lagi akhir-akhir mi polisi juga harus bisa menjelaskan kepada publik secara transparan dan akuntabilitas, terkait beberapa kasus, misalnya. Konflik antara Polisi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penanganan terorisme yang terkesan diluar batas wewenang polisi sebagai penegak hukum karena lebih mirip satuan ~ militer, kejadian salah tangkap, kekerasan polisi terhadap aksi-aksidemontrasidansebagainnya.
Selain itu, redaksi juga mencoba menakar
sejauhmana keseriusan reformasi kepolisian itu
dijalankan. Oleh sebab itu, akan lebih menarikjika
kita langsung membaca sendiri edisi kali ni
Selamatmembaca.Terimakasih