Perempuan dan Kekerasan

Salam Solidaritas,
Bulan november - Desember adalah bulan yang penuh rahmat bagi perempuan dan seluruh umat manusia di seluruh dunia yang mendambakan terpenuhinya hak-hak asasi yang selama mi masih buram.
Masih buram?
Mengapa hal mi bisa terjadi, padahal Hak Asasi Manusia adalah hak yang melekat pada din setiap manusia sejak awal dilahirkan yang berlaku seumur hidup dan tidak dapat diganggu gugat siapa pun. Dan mestinya Sebagai warga negara yang baik kita mesti menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, keturunan, jabatan, dan lain sebagainya.
Bagaimana dengan implementasinya?
Pelanggaran HAM masih saja terjadi dan tidak hanya dilakukan oleh sesama manusia tetapi juga dilakukan oleh negara. Oknum yang berkuasa memanfaatkan kekuasaannya dengan dalih untuk keamanan maka yang dilakukan adalah penghilangan orang seperti yang dialami oleh para aktivis ‘98. Atau aparatur yang ada didalam pemerintahan membuat kebijakan yang tidak memihak pada rakyat seperti SKB 4 menteri yang tidak memihak pada nasib buruh di indonesia. Padahal seharusnya negara menjamin terpenuhinya hak asasi warga negaranya tersebut. Meski kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.
Hak asasi manusia adalah hak-hak yang telah dimiliki seseorang sejak ia lahir dan merupakan pemberian dan Tuhan. Dasar-dasar HAM tertuang dalam dekiarasi kemerdekaanAmerika Serikat (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1. Berdasarkan deklarasi dan Undang — Undangnya, HAM memiliki cita — cita yang mulia. Namun itu masih dalam bentuk tulisan yang prakteknya masih susah dilakukan baik oleh negara maupun individu — individunya. Tank ulur kepentingan masih mendominasi perjuangan HAM di Indonesia bahkan juga diseluruh dunia.
Bulan november - desember adalah bulan yang penuh Rahmat bagi perjuangan HAM, perjuangan yang memuliakan kesetaraan hak setiap individu - dalam keberagaman Iatarnya - terhadap keadilan, dengan perhatian khusus terhadap mereka yang kurang beruntung (the less fortunate) mendapattempat khusus pada bulan mi. Di rentang waktu 26 november — 10 desember ada beberapa peringatan antara lain 25 November Han Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, I Desember Han AIDS Sedunia, 2 Desember Han Internasional untuk Penghapusan Perbudakan, 3 Desember Han Internasional bagi Penyandang Caca, 5 Desember Han Internasional bagi Sukarelawan, 6 Desember Han Tidak Ada Toleransi bagi Kekerasan tenhadap Perempuan dan puncaknya adalah 10 Desember Han HAM Internacional.
Nah, direntang waktu yang cukup lama tersebut mestinya ada banyak yang bisa kita lakukan untuk mengubah dunia dan hal -hal kecil yang bisa kita lakukan dilingkungan sekitar kita.
Selamat beriuana