Pemilu 2009, Mau dibawa kemana Indonesia?

Salam Redaksi,

Pemilihan umum telah kita Iaksanakan pada tanggal 9 April lalu. Seluruh rakyat Indonesia menanti pesta demokrasi in Muncul harapan jika Indonesia akan menjadi Iebih baik dengan memilih pemimpin yang baik. Muncul harapan jika pemilu kali mi tidak men ipu jutaan rakyat Indonesia. Partai dan caleg mengobral berjuta janji tetapi pada pelaksanaannya hanya bohong belaka.

Pada tanggal 9 April lalu rakyat di seluruh penjuru Indonesia berbondong — bondong menuju tempat pemungutan suara. Agaknya memang pemilu kali mi rakyat dipaksa untuk Iebih jell dalam memilih calon legislatif yang kelak akan mewakilinya. Karena ada 38 partai dan masing —masing partai menawarkan beberapa calon legislatif. Dan banyaknya partai semakin membingungkan sebagian besar pemilih. Tak heran jika angka golput tinggi pada pemilu mi. Selain warga yang golput sebagal pilihan, pada pemilu kali mi ada jutaan warga yang kehilangan hak pilihnya.

Tetapi inilah fenomena perjalanan demokrasi di Indonesia      
Yang penting adalah hak demokrasi tidak dikantongi oleh sejumlah golongan saja seperti yang terjadi di masa orde baru dulu. Dimana yang menang ya partai itu — itu saja.
Sebagai rakyat kita harus peduli dengan keadaan bangsa i. Nyontreng atau tidak nyontreng adalah hak masing — masing individu. Yang pasti, mereka harus mempunyai alasan tersendiri untuk melakukan pilihannya. Karena nasib bangsa mi lima tahun ke depan ditentukan oleh anggota dewan yang berhasil lobs dan partai yang mendapatsuara banyak.

Kita berharap semoga segala kerurangan pada pemilu legislatif mi tidak terulang pada pemilu
presiden nanti.