Komunisme VS ORBA

Menabur Benih di Lahan yang Tandus,
Ini adalah judut datam sebuah buku, namun sangat iridah Jika dijadikan sebuah slogan dalam kehidupan kita sehari-hari. Maksud dari slogan ini, dalam hidup yang serba ‘kering’ kita masih punya harapan untuk bias bangkit kembali dan mempunyal harapan yang Iebih baik di masa yang akan datang.

Saat ini Indonesia kering akan kehidupan yang nyaman dan kering akan argumetasi ideologi. Indonesia dengan kehidupan yang katanya sudah demokratis masih menyisakan kehidupirn dengan doktrin, dogma yang dipoksakan untuk mengikuti alur dari pemerintahan tertentu. Bisa kita bayangkan apakah Ini yang disebut demokratis?

doktrIn akan bahaya Laten PKl dengan tdeoLogl komumunismenya, sengaja dlgulirkan untuk kepentfngan kekuasaan yang dipegang oleh the smilling face jenderal Soeharto pada waktu itu, Ironisnya dl masa yang iklim demokrasinya sudah sangat maju seperti sekarang ini, cara- cara itu masih dipakal untuk mencarl celah menggapai kekuasaan oleh beberapa gelintir orang.

Pembaca yang budirnan, Dari sisi sejarah telah terbuktibahwa sejarah teIah dibelokkan untuk kepentingan penguasa pada era Soeharto. Dengan begitu tentunya kita dapat menyaring kebenaran akan sejarah itu sendiri. Mana yang benar dan mana yang slah dengan melihat dari berbagai sisi.

T Ras dalam edisi ini menyajikan berbagai hal mengenai bahaya mana antara komunisme dan orde baru, pengetahuan yang tersaji diharapkan dapat  menambah pengetahuan masyarakat luas akan beberapa hal yang terjadi didunia politik Indonesia pada umumnya dan Jogjakarta dilingkup kecilnya. Khususnya pengetahuan mengenai ideology tersebut diatas.

Harapan terakhir dari kami setelah membaca majalah ini. Kita mendapat sedikit gambaran akan kebenaran sejaran sehingga cilkemudian hari lahan tandus yang kering itu akan ditumbuhi dengan benih-benih semanigat membangun bangsa yang lebih balk.