Hak Asasi Manusia : Tragedi Kemanusiaan Internasional dan Nasional

Oleh: Abdul Hakim G. Nusantara S.H., LL.M., MCIArb


Menurut kerangka acuan yang ditetapkan oleh Panitia Pengarah, pertama, saya diminta menjelaskan HAM sebagai produk peradaban moderen. Kedua, saya diminta menguraikan contoh-contoh tragedi kemanusiaan berskala nasional maupun internasional, dan ketiga, saya diminta menguraikan pengaruh berbagai tragedi kemanusiaan bagi perkembangan peradaban manusia, berkaitan dengan kondisi ekonomi, sosial, politik dan kemanusiaan. Baiklah saya akan menjelaskan HAM sebagai produk peradaban moderen.

Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai hak yang melekat (inheren) pada diri manusia demi harkat dan martabatnya merupakan suatu pengertian yang digali, ditemukan dan dikembangkan dari nilai-nilai agama dan moral, serta pengalaman hidup manusia itu sendiri yang melahirkan kesadaran moral dan akal sehat. Ahli filsafat politik liberal John Locke menyatakan, bahwa manusia dalam kenyataannya terikat untuk mengikuti kehendak Allah, yakni hukum kodrati (“that man is in reality bound to follows God’s will, which is the law of nature.”). Menurut Locke tiga hak-hak dasar, yakni hak hidup, hak atas kebebasan, dan hak milik sangat vital bagi kehidupan manusia dan perkembangan masyarakat. Hak hidup, hak atas kebebasan, hak milik merupakan anugerah Allah kepada manusia yang harus dipelihara, dihayati, dan dinikmati oleh manusia. Hanya Allah yang mempunyai wewenang untuk mengakhiri hak hidup manusia dengan cara mematikannya.